- Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangun yang berjiwa Pancasila
- Guru memiliki kejujuran Profesional dalam menerapkan Kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing –masing .
- Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik , tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan .
- Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik –baiknya bagi kepentingan anak didik
- Guru memelihara hubungan dengan masyarakat disekitar sekolahnya maupun masyarakat yang luas untuk kepentingan pendidikan .
- Guru secara sendiri – sendiri dan atau bersama – sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu Profesinya .
- Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan maupun didalam hubungan keseluruhan .
- Guru bersama –sama memelihara membina dan meningkatkan mutu Organisasi Guru Profesional sebagai sarana pengapdiannya.
- Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan Pemerintah dalam bidang Pendidikan.
Keinginan adalah kunci motivasi, tapi tekad dan komitmen itu penkerjaan tanpa henti untuk sebuah tujuan yaitu komitmen menuju keunggulan yang akan memungkinkan kita untuk mencapai keberhasilan yang kita cari.Mendidik tidak hanya dituntut profisional ,tapi harus dilakukan dengan hati.
Rabu, 04 Juli 2012
KODE ETIK GURU INDONESIA
Persatuan Guru Republik Indonesia menyadari bahwa Pendidikan adalah merupakan suatu bidang Pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Tanah Air serta kemanusiaan pada umumnya dan ,Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan Undang –Undang Dasar 1945 . Maka Guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya sebagai Guru dengan mempedomani dasar –dasar sebagai berikut :
Selasa, 03 Juli 2012
MENYIKAPI TAHUN PEMBELAJARAN BARU
Tahun ajaran baru 2012/2013 sudah diambang pintu. Hal ini akan mengingatkan kita kembali pada tahun-tahun sebelumnya. Pergantian tahun ajaran selalu menyisakan cerita kesusahan orang tua. Orang tua siswa khususnya keluarga menengah ke bawah sering mengeluh karena besarnya biaya yang mesti dikeluarkan pada setiap tahun ajaran baru. Terlebih lagi bagi yang mempunyai anak lebih dari 2 orang yang sedang di bangku sekolah.
Sangat disayangkan, jika siswa yang masih berada pada usia wajib belajar tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan berikutnya dengan alasan orang tua kekurangan biaya. Atau, sangat disesalkan bila siswa terancam putus sekolah (drop out) karena orang tua kesulitan untuk membiayai pendidikan anaknya.
Seperti diketahui, pemerintah sudah menetapkan wajib belajar 9 tahun sejak belasan tahun silam. Minimal seorang anak mendapat pendidikan minimal sampai jenjang SMP sederajat. Beberapa tahun ke depan, pemerintah akan mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Minimal anak dapat menamatkan pendidikan SMA sederajat. Berita ini tidak asing lagi di telinga kita. Hal ini membuktikan betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan anak dan bangsa Indonesia.Menyikapi tahun ajaran baru 2012/2013 sesuai dengan peranan masing-masing. Bagi siswa sendiri, tahun ajaran baru sudah semestinya disikapi dengan kesederhanaan. Tidak mesti diawali dengan perangkat dan keperluan sekolah yang serba baru. Jika masih ada dan layak pakai perangkat dan keperluan sekolah tahun sebelumnya, alangkah bagusnya digunakan lagi pada tahun ajaran ini. Sikap sederhana ini merupakan buah dari pendidikan karakter di sekolah.
Bagi orang tua siswa, tentunya tidak ada istilah menyerah untuk melanjutkan pendidikan anak ke tingkat kelas atau ke jenjang pendidikan berikutnya. Orang tua menyadari bahwa, pendidikan anak merupakan investasi terbesar dalam keluarga. Sebagai investor pendidikan, orang tua akan merasakan hasilnya di kemudian hari, minimal kebanggaan atas keberhasilan mendidik putra dan putri mereka.Bagi pihak sekolah, tentulah memiliki analisa dan pertimbangan tertentu untuk menetapkan keperluan belajar yang berkaitan dengan uang. Sebaliknya, pihak pemerintah dan masyarakat yang peduli dengan pendidikan diharapkan dapat mengambil ancang-ancang kembali untuk menyediakan beasiswa dan bantuan lainnya guna menunjang kelancaran pendidikan anak.***
Sumber : Swara Pendidikan
KATA KERJA OPRASIONAL
KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK AFEKTIF
NO. | ASPEK | KATA KERJA DALAM KBK | KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA |
1 | Kemauan menerima | - mendengarkan dengan perhatian - meningkatkan kesadaran akan pentingnya belajar - menunjukkan sensitifitas akan keperluan manusia dan persoalan-persoalan masyarakat - menerima berbagai-bagai kebiasaan - menerima dengan baik sebagai aktivitas kelas | - bertanya - memilih - memberikan - mengikuti - memberi - berpegang teguh - mengidentifikasi - melokalisir - memberi nama - menunjuk - memilih - menjawab - menggunakan |
2 | Kemauan menanggapi | - melengkapkan pekerjaan rumah yang ditentukan - menaati peraturan sekolah - ikut serta dalam diskusi sekolah - melengkapi karya laboratorik - sukarela melaksanakan tugas-tugas khusus - menyukai menolong orang lain | - menjawab - membantu - menghimpun - memperbincangkan - menolong - memberi nama - mempertunjukkan - memperaktekkan - mengemukakan - membaca - melaporkan - memilih - memberikan - menuliskan |
NO. | ASPEK | KATA KERJA DALAM KBK | KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA |
3 | Berkeyakinan | - menunjukkan kepercayaan akan proses demokrasi - menghargai keputusan baik - menghargai peranan pengetahuan (lain subyek) dalam kehidupan sehari-hari - menunjukkan perhatian akan kesejahteraan orang lain - menunjukkan sikap pemecahan masalah - menunjukkan rasa wajib terhadap perbaikan masyarakat - menulis kembali - menyimpulkan - menceritakan - menulis | - melengkapi - menggambarkan - membeda-bedakan - menjelaskan - mengikuti - membentuk - memprakarsai - mengajak - bekerjasama - mempertimbangkan kebenaran - mengusulkan - membaca - melaporkan - memilih - mempelajari - ikut serta - berkarya |
NO. | ASPEK | KATA KERJA DALAM KBK | KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA |
4 | Penerapan dalam kehidupan sehari-hari | - mengenal perkara keseimbangan antara keseimbangan dan tanggungjawab dalam demokrasi - mengenal peranan perencanaan yang sistimatik dalam pemecahan persolan - menerima tanggungjawab bagi perilakunya sendiri - memahami dan menerima kekuatan dan keterbatasanya - merumuskan rencana kehidupan yang selaras dengan…… | - terikat - mengubah - menyusun - mengkombinasikan - memperbandingkan - melengkapi - mempertahankan - menjelaskan - menarik kesimpulan umum - mengidentifikasikan - mengintegrasi - membuat modifikasi - menyusun - mengorganisir - mempersiapkan - menghubungkan - mensintesa |
NO. | ASPEK | KATA KERJA DALAM KBK | KATA KERJA UNTUK ALAT UKURNYA |
5 | Ketekunan, ketelitian | - menunjukkan keinsyafan yang benar - menunjukkan kepercayaan diri untuk bekerja sendirian - mempraktekkan kerjasama dalam aktivitas golongan - menggunakan langkah-langkah yang aktif dalam memecahkan persoalan - menunjukkan ketekunan, ketelitian dan disiplin pribadi | - bertindak - membeda-bedakan - memperagakan |
KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK PSIKOMOTORIK
- Meniru
- Menyusun
- Melakukan suatu pekerjaan dengan bimbingan
- Melakukan dengan baik
- Melakukan dengan sangat baik
NO. | KATA KERJA untuk Kompetensi Dasar | KATA KERJA UNTUK Indikator |
1 | Menuliskan dengan cermat dan teliti | Mewujudkan |
2 | Menggambarkan kembali suatu gambar | Membina |
3 | Mempersiapkan alat-alat laboratoirum secara cepat dan tepat | Mengkalibrasi |
4 | Memperbaiki alat-alat elektrik secara tepat dan benar | Menukar |
5 | Mendemonstrasikan cara-cara keja yang benar | Membersihkan |
6 | Menunjukkan suatu keterampilan | Menyusun |
7 | Menciptakan cara-cara baru dari suatu pertunjukkan | Menghubungkan |
Melatih | ||
Mengikuti | ||
Melokalisir | ||
Mengikat | ||
Mencampur | ||
Menajamkan | ||
Mengaduk | ||
Memanaskan | ||
Mengerjakan dengan teliti | ||
Menggunakan | ||
Mengidentifikasi | ||
Memulai | ||
Memalu | ||
Menjatuhkan | ||
Menghapus | ||
Menganyam | ||
Memahat | ||
Membukukan | ||
Melacak | ||
Memisahkan | ||
Mengganti | ||
Menyisipkan | ||
Menumbuhkan | ||
Menanam | ||
Menimbang | ||
Memangku | ||
Menjodohkan | ||
Membeli | ||
Membagi-bagi | ||
Memperlihatkan | ||
Mempertunjukkan | ||
Menirukan | ||
Mendemonstrasikan | ||
Menerangkan | ||
Mengubah | ||
Merevisi | ||
Merakit |
Langganan:
Postingan (Atom)